KEDUK BEJI TAWUN merupakan upacara adat yang dilaksanakan tiap tahun secara rutin dan turun temurun . Sebelum upacara adat ini dilaksanakan tentunya pasa sesepuh dan tokoh adat bersama kepala desa bermusyawarah untuk mencari bulan yang tepat untuk menjalankan kegiatan ini. “Hari dilaksanakanya Keduk Beji bertepatan hari selasa Kliwon setelah panen raya desa.”kata kades Tawun.
Menurut Sesepuh Desa Tawun , prosesi diawali hari jumat sore sebelum hari selasa dilaksanakan bersih kuburan dan berdoa bersama di makam umum desa tawun yang dipimpin kepala desa dengan agenda musyawarah dalam angka pelaksanaan kegiatan Keduk Beji tersebut beserta pembagian tugas pada masing masing keturunan yang telah di embani oleh adat. Pembagian tugas seperti mempersiapkan Gunungan, badek(air sari tape ketan), menyiapkan kayu buat tari kecetan, tempat pemotongan kambing kendit.
Senin sore pembukaan sumber mata air dilakukan kepala desa bersama juru silem melakukan ritual mandi disumber yang hanya boleh dilaksanakan setahun sekali, kemudian diikkuti oleh penduduk sekitar dan penduduk luar daerah dan para wisatawan. Semakin malam para pendatang yang ingin mandi di sumber ini semakin ramai sampai keesokan harinya. Dimulai dengan selasa dini hari perlengkapan upacara adat dan sesaji dibawa dari rumah kepala desa dan gamelan di bawa ke tempat upacara yaitu sendang tawun. Kemudian dipersiapkan, kambing kendit yang dipersiapkan di mandikan dan diputar 2 keliling sendang selama 7 kali kemudian disembelih yang nantinya digunakan untuk bancaan.
Dengan alunan Tayup, anak kecil mulai memasuki sendang diikuti oleh para pemuda dan sesepuh membershkanlumpur disekitar sendang. Apabila ada penduduk yang telat mengikutinya akan dicari dan dikejar terus dilempar lumpur sehingga mereka akan ikur bersama kesendang. Inilah bentuk kerukunan, kesetiakawanan, rasa saling memiliki dan gotong royong yang saat ini masih terjaga di desa tawun. Waktu menunjukkan pukul 10.00 wib juru silem mulai bersiap dengan berdandan sesuai dengan adat. Setelah di cek oleh sesepuh sekiranya iar sendang cukup bersih terus 2 orang juru silem masuk kedalam sendang meletakkan sesaji dan mengambil sesaji tahun sebelumnya yang masih tersisa.
Proses ini sangat sakral dan para masyarakat hening segenap dan turut berdoa agar berjalan dengan lanjar. sekitar + 1-2 menit didalam sumber mata air juru silem keluar dengan nadan yang sangat lemas dilanjutkan dengan sorak ramai para penduduk dilajutkan dengan menyiram air kesesama dan kepada penonton disekitar sendang karena seneng acara berjalan lancar dan tiada halangan suau apapun. dilanjutkan denga siram badek kesumber dan membawa berkat lari ketengah sendang ibarat seorang yang menyelamatkan bawaanya ditengah para pengganggu.
Gamelan Tayup berkumandang area Sendang acara tari kecetan sambil KECETAN atau saling memukul tubuh temannya samapi beberapa menit. Mereka tidak merasa kesakitan saat didalam sendang. Setelah selesai dilanjutkan dengan rebutan 3 gunungan yang dipersiapkan sambil berlari. Acara selesai dilanjuian dengan bancaan bersama kepala desa sesepuh, jurusilem dan warga masyarakat dan bapak bupatipun tak segan untuk menikuti prosesi acara ini. (putra daerah : agus dhanang purnomo)
